Road To South Africa 2010

Road To South Africa

Final Reports

1930 FIFA World Cup Uruguay
Date: 30 Juli 1930
Stadion: Estadio Centenario
City: Montevideo
Referee: Jean (John) L. Langenus (Belgia)
Spectacles: 93.000
Match: Uruguay 4 Argentina 2
Pencetak gol: Dorado (12), Peucelle (20), Stabile (37), Cea (57), Iriarte (68), Castro (89)

1934 FIFA World Cup Italy
Date: 10 Juni 1934
Stadium: Stadio Nazionale PNF
City: Roma
Referee: Ivan Eklind (Swedia)
Spectacles:
Match: Italia 2 Cekoslovakia 1
Pencetak gol: Puc (15), Orsi (20), Schiavio (95)

1938 FIFA World Cup France
Date: 19 Juni 1938
Stadium: Stade Olympique de Colombes
City: Paris
Referee: Georges Capdeville (Prancis)
Spectacles: 60.000
Match: Italia 4 Hungaria 2
Pencetak gol: Colaussi (6), (35), Titkos (8), Piola (16) (82), Sarosi (70)

1950 FIFA World Cup Brazil
Date: 16 Juli 1950
Stadium: Estadio do Maracana
City: Rio de Janeiro
Referee: George Reader (Inggris)
Spectacles: 173.850
Match: Uruguay 2 Brasil 1
Scoresheet: Friaca (47), Schiaffino (66), Ghiggia (79)

1954 FIFA World Cup Switzerland
Date: 4 Juli 1954
Stadium: Wankdorf
City: Berne
Referee: William Ling (Inggris)
Spectacles: 64.000
Match: Jerman Barat 3 Hungaria 2
Pencetak gol: Puskas (6), Czibor (8), Morlock (10), Rahn (18) (84)

1958 FIFA World Cup Sweden
Date: 29 Juni 1950
Stadium: Rasunda
City: Solna
Referee: Maurice Guigue (Prancis)
Spectacles: 51.800
Match: Brasil 5 Swedia 2
Pencetak gol: Liedholm (4), Vava (9) (32), Pele (50) (90), Zagallo (68), Simonsson (80)

1962 FIFA World Cup Chile
Date: 17 Juni 1962
Stadium: Estadio Nacional
City: Santiago
Referee: Nikolaj Latychev (Uni Soviet)
Spectacles: 68.679
Match: Brasil 2 Cekoslovakia 1
Pencetak gol: Masopost (15), Amarildo (17), Zito (69), Vava (78)

1966 FIFA World Cup England
Date: 30 Juni 1966
Stadium: Wembley
City: London
Referee: Gottfried Dienst (Swiss)
Spectacles: 98.000
Match: Inggris 4 Jerman Barat 2
Pencetak gol: Haller (12), Hurst (18) (101) (120), Peters (78), Weber (90)

1970 FIFA World Cup Mexico
Date: 21 Juni 1970
Stadium: Azteca
City: Mexico DF
Referee: Rudi Gloeckner (Jerman Timur)
Spectacles 107.412
Match: Brasil 4 Italia 1
Pencetak gol: Pele (18), Boninsegna (37), Gerson (66), Jairzinho (71), Carlos Alberto (86)

1974 FIFA World Cup Germany FR
Date: 7 Juli 1974
Stadium: Olympiastadion
City: Munich
Referee: Jack Taylor (Inggris)
Spectacles: 75.200
Match: Jerman Barat 2 Belanda 1
Pencetak gol: Neeskens, Breitner, G. Mueller


1978 FIFA World Cup Argentina
Date: 25 Juni 1978
Stadium: Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti
City: Buenos Aires
Referee: Sergio Gonella (Italia)
Spectacles: 71.483
Match: Argentina 3 Belanda 1
Pencetak gol: Kempes (38) (105), Nanninga (86), Bertoni (116)

Piala Dunia 1982 Spanyol
Date: 11 Juli 1982
Stadium: Santiago Bernabeu
City: Madrid
Referee: Arnaldo Cezar Coelho (Brasil)
Spectacles: 90.000
Match: Italia 3 Jerman Barat 1
Pencetak gol: Rossi, Tardelli, Altobelli, Breitner (83)


1986 FIFA World Cup Mexico
Date: 29 Juni 1986
Stadium: Estadio Azteca
City: Mexico City
Referee: Romualdo Arppi Filho (Brasil)
Spectacles: 114.600
Match: Argentina 3 Jerman Barat 2
Pencetak gol: Brown (23), Valdano (46), K. Rummenigge (74), Voeller (80), Burruchaga (83).

1990 FIFA World Cup Italy
Date: 8 Juli 1990
Stadium: Olimpico
City: Roma
Referee: Edgardo Codezal Mendez (Meksiko/Uruguay)
Spectacles: 73.603
Match: Jerman Barat 1 Argentina 0
Pencetak gol: Brehme (85)

Piala Dunia 1994 Amerika Serikat
Date: 17 Juli 1994
Stadium: Rosebowl Pasadena
City: California
Referee: Sandor Puhl (Hungaria)
Spectacles: 94.194
Match: Brasil 0 Italia 0 (Brasil menang adu penalti)

1998 FIFA World Cup France
Date: 12 Juli 1998
Stadion: Stade de France
City: Saint-Denis
Referee: Said Belqola (Maroko)
Spectacles: 75.000
Match: Prancis 3 Brasil 0
Pencetak gol: Zidane, Petit

2002 FIFA World Cup Korea/Japan
Date: 30 Juni 2002
Stadium: World Cup Stadium
City: Yokohama
Referee: Pierluigi Collina (Italia)
Spectacles: 69.029
Match: Brasil 2 Jerman 0
Pencetak gol: Ronaldo

2006 FIFA World Cup Germany
Date: 9 Juli 2006
Stadium: Olympiastadion
City: Berlin
Referee: Horacio Elizondo (Argentina)
Spectacles: 69.000
Match: Italia 1 Prancis 1 (Italia menang adu penalti)
Pencetak gol: Zidane, Materazzi
Read More

Jules Rimet

alam sejarah Piala Dunia, FIFA mengeluarkan dua piala. Piala yang pertama diberi nama resmi Jules Rimet Cup, sedangkan piala yang kedua FIFA World Cup. Piala yang kedua dikeluarkan setelah FIFA memutuskan bahwa Jules Rimet Cup menjadi milik abadi tim Brasil sebagai penghargaan atas keberhasilannya menjadi juara dunia sebanyak tiga kali. Tropi FIFA World Cup diresmikan pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat dan menjadi lambang supremasi sepakbola dunia hingga sekarang. Entah nanti apakah FIFA akan mengganti piala lagi bilamana Jerman, Italia, Argentina, atau Brasil menjadi juara yang ketiga kalinya sejak FIFA World Cup diperebutkan. Kita tunggu saja.

Kembali ke Jules Rimet Cup. Trofi ini sebenarnya memiliki nama lain, yaitu Victory. Akan tetapi akhirnya FIFA memutuskan untuk memberinya nama Jules Rimet pada tahun 1946 sebagai penghormatan kepada penggagas Piala Dunia, Presiden FIFA waktu itu, Jules Rimet.

Piala Jules Rimet terbuat dari bahan perak sterling dan bahan dasar lapis lazuli berlapis emas. Piala ini memiliki tinggi 35 cm dan berat 3,8 kg. Model yang terdapat pada piala ini menggambarkan Dewi Nike bersayap, yang menurut bangsa Yunani dianggap sebagai dewi Kemenangan. Piala ini merupakan buah karya Abel Lafleur.

Piala Jules Rimet menuju Montevideo, Uruguay pada tanggal 21 Juni 1930, diangkut oleh kapal Conte Verne, dari Villefranche-sur-Mer, sebelah selatan kota Nice. Bersama dengan keberangkatan piala ini, ikut pula rombongan tim Prancis, Rumania, dan Belgia dalam kapal itu.

Selama pecahnya Perang Dunia II, piala Jules rimet disimpan oleh Ottorino Barassi, Wakil-Presiden FIFA dari Italia, yang sekaligus Presiden FIGC. Ia secara diam-diam memindahkan piala dari sebuah bank di kota Roma dan menyembunyikannya di dalam sebuah kardus bungkus sepatu agar tidak disita oleh tentara Nazi.

Pada tanggal 20 Maret 1966, "cobaan" datang lagi pada diri piala ini. Empat bulan sebelum kick-off Piala Dunia 1966 Jules Rimet dicuri pada saat dipamerkan di Westminster Central Hall. Beruntung sekali bahwa piala ini tidak jadi hilang karena ditemukan tujuh hari kemudian, terkubur di sebuah taman kota di daerah Upper Norwood, London Selatan. Saat ditemukan, piala tersebut terbungkus oleh kertas koran.

Sayang sekali bahwa Jules Rimet kembali hilang. Kali ini tanpa dapat diketemukan kembali. Piala ini dicuri pada tahun 1983. Belum ada pihak yang mengetahui siapa sebenarnya pencuri piala bersejarah tersebut.

Di atas itu semua, semangat Jules Rimet tetap membara di dalam dada setiap pelaku sepakbola Piala Dunia. Hilangnya Jules Rimet Cup sepertinya membawa pesan bahwa sepakbola adalah sebuah anugerah yang tak dapat dinilai dan diukur secara fisik. Sepakbola adalah sebuah sarana yang dapat mempersatukan umat manusia di seluruh dunia. Inilah semangat yang sekiranya menjadi impian puncak Almarhum Jules Rimet.

Our game is Football. Our game is Fair Play. The Fair Play is Priceless...
Read More

Kronologi Pengundian Putaran Final Piala Dunia


Penyelenggaraan Piala Dunia yang pertama agak berbeda dari penyelenggaraan yang kita saksikan pada masa sekarang. Waktu itu belum ada babak kualifikasi dan tim yang ikut serta adalah mereka yang diundang oleh panitia. Perlu waktu 3 minggu bagi tim-tim dari Eropa untuk sampai ke Montevideo, kota tuan rumah. Pengundian tidak dilaksanakan sebelum semua tim peserta tiba di lokasi pertandingan.

Montevideo, Juli 1930
Rencananya FIFA akan menyelenggarakan Piala Dunia dengan menggunakan sistem knock-out atau sistem gugur. Namun, jumlah negara yang hadir ternyata tidak memenuhi syarat. Hanya terdapat 13 tim, sehingga panitia mengubah model pertandingan menjadi setengah kompetisi menggunakan pembagian grup. Ketigabelas tim peserta dibagi ke dalam empat grup dan masing-masing juara grup berhak lolos ke semifinal.

Roma, Mei 1934
Penyelenggaraan perdana Piala Dunia dinilai berhasil sehingga berlanjut pada turnamen kedua empat tahun berikutnya. Terdapat 32 tim ikut dalam babak kualifikasi untuk putaran final di Italia. FIFA untuk pertama kalinya mengadakan babak kualifikasi tersebut dan menyaring jumlah peserta menjadi 16 tim. Pada putaran final, semua pertandingan berlangsung melalui sistem knock-out, sampai final.

Paris, 5 Maret 1938
Dari 16 tim yang lolos ke putaran final, ada satu tim yang tidak jadi ikut ke Prancis, ialah Austria. Das Wunderteam, demikian julukan Austria waktu itu, mengundurkan diri karena alasan tekanan politik dari pihak Nazi Jerman. Sejumlah pemain Austria, direkrut oleh tim Jerman (seperti halnya Italia terhadap Argentina pada tahun 1934). Satu tempat yang ditinggalkan oleh Austria sebenarnya diberikan kepada Inggris, namun mereka menolaknya.

Undian dilakukan oleh cucu dari Presiden FIFA Jules Rimet di kota Paris. Swedia mendapatkan bye. Sedangkan tim unggulan terdiri atas Prancis, Italia, Cekoslovakia, Hungaria, Kuba, Brasil, dan Jerman.

Rio de Janeiro, 22 Mei 1950
Piala Dunia edisi keempat diwarnai dengan masa pemulihan benua Eropa setelah porak-poranda akibat perang. Piala Dunia ini menandai era baru: format putaran final dibuat sedemikian rupa sehingga para wakil Eropa tidak memakan terlalu banyak waktu untuk menjalani satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Tiga belas peserta lolos dari babak kualifikasi. Ada keganjilan dimana sejumlah tim yang mengundurkan diri sewaktu babak kualifikasi dipanggil lagi di putaran final. Tim peserta dibagi ke dalam tiga grup: dua grup terdiri atas empat tim, satu grup terdiri atas tiga tim dan satu grup terdiri atas dua tim. Para pemenang grup lolos ke penyisihan grup fase kedua.

Piala Dunia 1950 di Brasil ini tidak menyelenggarakan pertandingan final (satu-satunya hingga sekarang). Kebetulan sekali, pertandingan terakhir terjadi antara dua pemuncak grup fase kedua, yakni Brasil dan Uruguay. Uruguay akhirnya menjadi juara dunia setelah mengalahkan Brasil 2-1.

Zurich, 30 Nopember 1953
Piala Dunia Swiss 1954 bertepatan dengan ulang tahun ke-50 FIFA. Format putaran final sebagai berikut: terdapat 16 tim peserta yang dibagi ke dalam empat grup. Juara dan runner-up grup lolos ke perempat final. Babak knock-out berlaku untuk perempat final, semifinal, dan tentu saja, final. Dalam Piala Dunia edisi kali ini, terdapat dua unggulan dalam setiap grup. Kedua unggulan tidak saling bertemu kecuali terjadi hal-hal di luar dugaan; sehingga mengharuskan play-off untuk menentukan poin mereka. Penentuan unggulan ini juga menganut tatacara baru. Tim-tim unggulan ditentukan sebelum mereka lolos ke babak putaran final; tim yang berhasil mengalahkan unggulan dalam kualifikasi akan menggantikan unggulan tersebut. Sebagai contoh, Spanyol dikalahkan oleh Turki, sehingga Turki menggantikan Spanyol sebagai pemegang status unggulan. Perlu dicatat bahwa juara tahun ini, Jerman Barat, tidak termasuk tim unggulan.

Solna, 8 Pebruari 1958
Pola turnamen Piala Dunia 1958 di Swedia dianut oleh turnamen-turnamen berikutnya: empat grup terdiri atas empat tim, setiap tim dalam satu grup saling bertemu, dua tim teratas masing-masing grup lolos ke perempat final. Dalam turnamen ini tidak dikenal istilah unggulan. Akan tetapi sebagai catatan, setiap grup hanya boleh dihuni satu tim dari Eropa Barat, satu tim dari Britania, dan satu tim dari Amerika Latin. Kekuatan lebih merata dibandingan Piala Dunia sebelumnya.

Royal Garden Hotel London, 6 Januari 1966
Inggris menyambut "kembalinya" sepakbola. Undian Piala Dunia 1966 dilakukan secara resmi di kota London, tepatnya di Royal Garden Hotel dan untuk pertama kali acara undian disiarkan langsung oleh televisi. Inilah cara untuk mempromosikan sepakbola Piala Dunia ke khalayak ramai. Format tidak berubah dari edisi sebelumnya, namun dilengkapi dengan penentuan tim-tim unggulan, yang saat itu jatuh pada Inggris, Jerman Barat, Brasil dan Italia. Terdapat 16 negara peserta putaran final yang disaring dari 70 negara yang ikut babak kualifikasi.

Mexico City, 10 Januari 1970
Karena panasnya cuaca dan tipisnya udara kota Mexico City, maka tim-tim dari daratan Eropa berusaha menghindarkan pertandingan yang berlangsung pada siang hari. Piala Dunia Meksiko 1970 tidak mengenal sistem undian. Panitia hanya membagi grup berdasarkan wilayah geografi ke dalam empat grup.

Radio Hessen Frankfurt, 5 Januari 1974.
Piala Dunia 1974 berlangsung di bawah bayangan teror yang terjadi pada Olimpiade Munich 1972. Tuan rumah berusaha untuk menyelenggarakan pengundian seadil-adilnya. Undian yang dihibur oleh koor Schoenberger Sangerknaben dari kota Berlin ini menelurkan hasil yang mengejutkan: Jerman Barat berada satu grup dengan Jerman Timur. Terjadilah perang saudara di kota Hamburg (yang dimenangkan oleh Jerman Timur dengan skor 1-0).

Buenos Aires, 14 Januari 1978
Babak kualifikasi di seluruh dunia diikuti oleh 99 negara dan ini menyebabkan waktu pertandingan lebih lama sebelum masuk ke putaran final. Kualifikasi berlangsung selama 21 bulan.
Read More

Jabulani

Bola resmi yang digunakan untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan bulan Juni-Juli nanti diberi nama "Jabulani". Bola ini seperti pada turnamen yang telah lalu, diproduksi oleh Adidas. Jabulani dalam bahasa Isizulu memiliki arti "bringing joy to everyone". Keluarnya bola Jabulani ini adalah yang kesebelas semenjak Adidas menjadi sponsor resmi bola Piala Dunia. Desain bola ini memang identik dengan nomor "11". Pesan dari pemilihan nomor ini bermacam-macam, mulai dari jumlah pemain satu tim sepakbola (11 orang), jumlah bahasa daerah yang digunakan di Afrika Selatan, hingga tanggal pembukaan-penutupan Piala Dunia 2010 (11 Juni-11 Juli).

Namun, tidak semua pemain merasa nyaman dengan bola ini. Contohnya, Victor Valdes, penjaga gawang utama Barcelona, memberikan kritisi terhadap Jabulani dengan mengatakan, "Saya takut dengan bola tersebut karena lajunya tidak bisa ditebak."

Bola Piala Dunia Sebelumnya:

Perusahaan aparel olahraga Adidas mulai menjadi sponsor resmi pengadaan bola untuk Piala Dunia pada tahun 1970. Setiap Piala Dunia memiliki bola resmi yang berbeda-beda. Hingga edisi 2006, Adidas telah mengeluarkan 10 serial bola yaitu: Challenge, Telstar, Tango Durlast, Tango Espana, Azteca, Etrusco Unico, Questra, Tricolore, Fevernova, +TeamGeist, dan Zakumi)

+TeamGeist
Bola resmi Piala Dunia 2006 di Jerman.

Fevernova
Bola resmi Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang. Fevernova merupakan pengembangan dari serial bola Adidas sebelumnya yakni Tango. Adidas Fevernova memiliki desain warna-warni dan tampilan yang revolusioner, disesuaikan dengan citra budaya bangsa Asia. Bola ini dinilai terlalu ringan dan dikecam karena lajunya yang sering sulit untuk dikendalikan. Fevernova diproduksi di Sialkot, Pakistan dan Maroko.

Tricolore
Bola resmi Piala Dunia 1998 di Prancis. Tricolore menjadi pelopor desain bola Adidas warna-warni. Dipengaruhi oleh serial Tango, seperti halnya Fevernova. Adidas Tricolore menggambarkan warna resmi negara Prancis, tuan rumah turnamen waktu itu dan menjadi bola Adidas yang pertama yang diproduksi di luar Jerman, yakni di Maroko.

Questra
Bola resmi Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Bola ini ternyata banyak disukai sehingga Adidas memproduksi dua versi, yakni Questra Europa (digunakan dalam Euro'96 di Inggris) dan Questra Olympia (digunakan dalam Olimpiade Atlanta 1996). Dalam proses pembuatannya, Adidas berusaha menciptakan bola yang lebih ringan dan lebih responsif. Questra menggunakan lima bahan baku yang berbeda dan membungkusnya dengan polystyrene foam. Dengan desain seperti ini, Adidas Questra menjadi lebih tahan air dan memiliki tingkat akselerasi yang lebih tinggi apabila disepak. Generasi terakhir model ini adalah Questra Apollo yang digunakan sebagai bola resmi La Liga musim 1996-1997.

Etrusco Unico
Bola resmi Piala Dunia 1990 di Italia. Etrusco Unico juga menjadi bola resmi Euro'92 di Swedia. Namanya diambil dari karya seni zaman kuno bangsa Etruscan yang menghuni tanah Italia. Bola ini dihiasi motif tiga kepala singa Etruscan di tengah segitiga yang berjumlah 20 buah.

Azteca
Bola resmi Piala Dunia 1986 di Meksiko. Menjadi bola sintetis murni pertama yang digunakan oleh FIFA dalam kejuaraan resmi. Desain pada kulit bola mengambil model arsitektur dan mural bangsa Aztec.

Tango Espana
Bola resmi Piala Dunia 1982 di Spanyol. Meskipun Adidas telah berusaha meningkatkan daya kedap air bola ini, namun kekurangan masih terlihat. Tango Espana, yang merupakan kelanjutan dari Tango sebelumnya, masih tidak kedap air sehingga mempengaruhi konsistensi gerakan bolanya dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Tango Durlast
Bola resmi Piala Dunia 1978 di Argentina. Melalui serial bola Tango Durlast, Adidas memperkenalkan inovasi desain yang bertahan hingga 20 tahun kemudian. Inovasi itu berupa panel-panel segitiga yang menghiasi 12 lingkaran kulit bola. Pada masanya, Tango Durlast menjadi inovasi termahal sepanjang sejarah. Terbuat dari kulit asli dan dilapisi dengan kulit kedap air.

Telstar
Bola resmi Piala Dunia 1970 di Meksiko dan 1974 di Jerman Barat. Memiliki motif hitam putih dan lebih jelas terlihat oleh pemirsa televisi layar hitam-putih. Nama Telstar merupakan kependekan dari "television star". Telstar terdiri atas 12 bidang pentagon dan 20 bidang heksagon. Desain inilah yang kemudian menjadi desain dasar bola sepak. Sedangkan bola sebelumnya memiliki motif menyerupai bolavoli. Sebagai informasi tambahan, selain menggunakan Telstar, Piala Dunia 1974 juga menggunakan bola Adidas Challenge.
Read More

Forza Milan FIFA World Cups

Squadri Gli Azzurri:
Pietro Arcari 1934*
Omero Tognon 1950, 1954
Carlo Annovazzi 1950
Amleto Frignani 1954
Luigi Radice 1962
Sandro Salvadore 1962
Cesare Maldini 1962
Giovanni Trapattoni 1962
Jose Altafini 1962
Gianni Rivera 1962, 1966, 1970, 1974
Mario David 1962
Giovanni Lodetti 1966
Roberto Rosato 1970
Pierino Prati 1970
Romeo Benetti 1974
Giuseppe Sabadini 1974
Aldo Maldera 1978
Franco Baresi 1982*, 1990, 1994
Fulvio Collovati 1982*
Paolo Rossi 1986
Roberto Donadoni 1990, 1994
Paolo Maldini 1990, 1994, 1998, 2002
Alessandro Costacurta 1994, 1998
Mauro Tassotti 1994
Demetrio Albertini 1994, 1998
Daniele Massaro 1994
Gennaro Gattuso 2002
Filippo Inzaghi 2002, 2006*
Christian Abbiati 2002
Alessandro Nesta 2006*
Andrea Pirlo 2006*

Stranieri:
Nils Liedholm (Swedia) 1958
Karl-heinz Schnellinger (Jerman Barat) 1966, 1970
Ray Wilkins (Inggris) 1986
Mark Hateley (Inggris) 1986
Frank Rijkaard (Belanda) 1990
Marco van Basten (Belanda) 1990
Ruud Gullit (Belanda) 1990
Florin Raducioiu (Rumania) 1994
Andre Cruz (Brasil) 1998
Leonardo (Brasil) 1998
Marcel Desailly (Prancis) 1998*
Patrick Kluivert (Belanda) 1998
Christian Ziege (Jerman) 1998
Dejan Savicevic (Yugoslavia) 1998
Zvonimir Boban (Kroasia) 1998
Martin Laursen (Denmark) 2002
Roque Junior (Brasil) 2002*
Dida (Brasil) 2002*, 2006
Cesar Manuel Rui Costa (Portugal) 2002
Jose Chamot (Argentina) 2002
Marek Jankulovski (Republik Ceko) 2006
Zeljko Kalac (Australia) 2006
Cafu (Brasil) 2006
Kaka (Brasil) 2006
Dario Zimic (Kroasia) 2006
Johann Vogel (Swiss) 2006
Andriy Shevchenko (Ukraina) 2006

*) World Champions.
Read More

Piala Jules Rimet


Dalam sejarah Piala Dunia, FIFA mengeluarkan dua piala. Piala yang pertama diberi nama resmi Jules Rimet Cup, sedangkan piala yang kedua FIFA World Cup. Piala yang kedua dikeluarkan setelah FIFA memutuskan bahwa Jules Rimet Cup menjadi milik abadi tim Brasil sebagai penghargaan atas keberhasilannya menjadi juara dunia sebanyak tiga kali. Tropi FIFA World Cup diresmikan pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat dan menjadi lambang supremasi sepakbola dunia hingga sekarang. Entah nanti apakah FIFA akan mengganti piala lagi bilamana Jerman, Italia, Argentina, atau Brasil menjadi juara yang ketiga kalinya sejak FIFA World Cup diperebutkan. Kita tunggu saja.

Kembali ke Jules Rimet Cup. Trofi ini sebenarnya memiliki nama lain, yaitu Victory. Akan tetapi akhirnya FIFA memutuskan untuk memberinya nama Jules Rimet pada tahun 1946 sebagai penghormatan kepada penggagas Piala Dunia, Presiden FIFA waktu itu, Jules Rimet.

Piala Jules Rimet terbuat dari bahan perak sterling dan bahan dasar lapis lazuli berlapis emas. Piala ini memiliki tinggi 35 cm dan berat 3,8 kg. Model yang terdapat pada piala ini menggambarkan Dewi Nike bersayap, yang menurut bangsa Yunani dianggap sebagai dewi Kemenangan. Piala ini merupakan buah karya Abel Lafleur.

Piala Jules Rimet menuju Montevideo, Uruguay pada tanggal 21 Juni 1930, diangkut oleh kapal Conte Verne, dari Villefranche-sur-Mer, sebelah selatan kota Nice. Bersama dengan keberangkatan piala ini, ikut pula rombongan tim Prancis, Rumania, dan Belgia dalam kapal itu.

Selama pecahnya Perang Dunia II, piala Jules rimet disimpan oleh Ottorino Barassi, Wakil-Presiden FIFA dari Italia, yang sekaligus Presiden FIGC. Ia secara diam-diam memindahkan piala dari sebuah bank di kota Roma dan menyembunyikannya di dalam sebuah kardus bungkus sepatu agar tidak disita oleh tentara Nazi.

Pada tanggal 20 Maret 1966, "cobaan" datang lagi pada diri piala ini. Empat bulan sebelum kick-off Piala Dunia 1966 Jules Rimet dicuri pada saat dipamerkan di Westminster Central Hall. Beruntung sekali bahwa piala ini tidak jadi hilang karena ditemukan tujuh hari kemudian, terkubur di sebuah taman kota di daerah Upper Norwood, London Selatan. Saat ditemukan, piala tersebut terbungkus oleh kertas koran.

Sayang sekali bahwa Jules Rimet kembali hilang. Kali ini tanpa dapat diketemukan kembali. Piala ini dicuri pada tahun 1983. Belum ada pihak yang mengetahui siapa sebenarnya pencuri piala bersejarah tersebut.

Di atas itu semua, semangat Jules Rimet tetap membara di dalam dada setiap pelaku sepakbola Piala Dunia. Hilangnya Jules Rimet Cup sepertinya membawa pesan bahwa sepakbola adalah sebuah anugerah yang tak dapat dinilai dan diukur secara fisik. Sepakbola adalah sebuah sarana yang dapat mempersatukan umat manusia di seluruh dunia. Inilah semangat yang sekiranya menjadi impian puncak Almarhum Jules Rimet.

Our game is Football. Our game is Fair Play !
Read More

1930 FIFA World Cup Match Officials

Below are match officials who were given honors by the FIFA Committee to lead the games during the first occasion of the FIFA World Cup. All matches were held at Estadio Centenario in Montevideo, the capital city of Uruguay.

Domingo Lombardi (Uruguay)
Almeida Rego (Brazil)
Dr. Gilberto Leonel de Almeida Rego
Born: 21 February 1881
Died: 21 October 1961
Henry Christophe (Belgium)
Anibal Tejada (Uruguay)
Ulises Saucedo (Bolivia)
Born: 3 March 1896
Died: 21 November 1963
Jean Langenus (Belgium)
Francisco Mateucci (Uruguay)
Thomas Balvay (Prancis)
Alberto Warnken (Chile)
Jose Macias (Argentina)
Ricardo Vallarino (Uruguay)
Read More

I Rossoneri di Piala Dunia

Asocionale Calcio Milan, S.p.A., sebagai salah satu klub teras Serie A dan Eropa tidak ketinggalan dalam menyumbang pemain ke Piala Dunia. Selain untuk Italia, Rossoneri memberikan kontribusi kepada tim-tim lain: Swedia, Jerman, Inggris, Belanda, Rumania, Brasil, Yugoslavia, Prancis, Kroasia, Denmark, Portugal, Argentina, Republik Ceko, Swiss, dan Ukraina.

Dari 18 edisi Piala Dunia, Milan ikut serta dalam 16 turnamen. Dua edisi yang tidak diikuti ialah tahun 1930 di Uruguay dan 1938 di Prancis. Partisipasi Milan dalam Piala Dunia diawali oleh Pietro Arcari yang memperkuat Gli Azzurri Italia pada tahun 1934.

Armada Rossoneri dapat dibagi ke dalam dua bagian, yakni skuad Italia dan Stranieri (pemain asing). Hingga Piala Dunia 2006 di Jerman, terdapat 31 pemain yang memperkuat Italia, dan 27 pemain yang memperkuat negara lain. Stranieri terbanyak yang mewakili AC Milan berasal dari Brasil. Tim Samba menyumbang 6 pemain, di luar Jose Altafini (Catatan: Pada Piala Dunia 1962 Altafini bermain di bawah bendera Italia. Pada tahun 1958 ia membela Brasil).

Gianni Rivera dan Paolo Maldini berbagi tempat pemegang rekor pemain Milan yang paling sering masuk skuad tim nasional Italia, yakni sebanyak 4 kali. Rivera melakukannya dalam periode 1962-1974, sedangkan Maldini pada periode 1990-2002. Sementara itu rekor untuk stranieri dipegang oleh Karl-heinz Schnellinger (2 kali), yaitu pada periode 1966-1970.

Daftar lengkap pemain AC Milan di Piala Dunia dapat dilihat dalam posting Forza Milan FIFA World Cups

Specially thank Fossa Dei Leoni for the amazing photo shot :)
Read More

Sweden 1958

13 : Just Fontaine. 6 : Pele, Helmut Rahn. 5 : Vava, Peter McParland. 4 : Zdenek Zikan, Lajos Tichy, Agne Simonsson, Kurt Hamrin, Roger Piantoni. 3 : Omar Oreste Corbatta, Toza Veselinovic, Hans Schaefer. 2 : Jose Altafini, Derek Kevan, Jorge Romero, Jose Parodi, Juan Aguero, Vaclav Hovorka, Florencio Amarilla, Aleksandar Petakovic, Ivor Allchurch, Milan Divorak, Anatoli Ilyin, Uwe Seeler, Nils Liedholm, Maryan Wisneski, Raymond Kopa. 1 : Sammy BAird, Yvos Douis, Hans Cieslarczyk, Jaime Belmonte, Jimmy Murray, Jozsef Bencsis, Ludovico Avio, Radivoje Ognjanovic, Tom Finney, Alfred Koerner, Bobby Collins, Cayetano Re, Jackie Mudie, John Charles, John Haynes, Joszef Bozsik, Karl Koller, Karoly Sandor, Norberto Menendez, Jiri Felureisl, Aleksandr Ivanov, Zdravko Rajkov, Terry Medwin, Didi, Gunnar Gren, Lennart Skoglund, Nikita Simonian, Nilton Santos, Valentin Ivanov, Mario Zagallo, Wilbur Cush, Jean Vincent.
Read More

Germany 2006

5 : Miroslav Klose. 3 : Ronaldo, Hernan Crespo, Zinedine Zidane, David Villa, Fernando Torres, Maxi Rodriguez, Lukas Podolski, Thierry Henry. 2 : Bastian Schweinsteiger, Patrick Vieira, Agustin Delgado, Andriy Shevchenko, Aruna Dindane, Bartosz Bosacki, Carlos Tenorio, Tomas Rosicky, Adriano, Omar Bravo, Paulo Wanchope, Tim Cahill, Marco Materazzi, Alexander Frei, Steven Gerrard, Luca Toni, Maniche. 1 : Francesco Totti, Andrea Pirlo, John Aloisi, Javier Saviola, Maksym Kalinichenko, David Beckham, Lionel Messi, Marcus Allback, Ivan Kaviedes, Zinha, Zied Jaziri, Asamoah Gyan, Ronald Gomez, Arjen Robben, Carlos Tevez, Alberto Gilardino, Robin van Persie, Stephen Appiah, Tranquillo Barnetta, Joe Cole, Simao Sabrosa, Kaka, Pauleta, Frank Ribery, Gianluca Zambrotta, Fred, Filippo Inzaghi, Abou Tarika, Nuno Gomes, Jan Koller, Nelson Cuevas, Bonaventura Kalou, Ahn Jung-hwan, Sami al-Jaber, Gilberto, Juanito, Sasa Ilic, Sohrab Bakhtiarizadeh, Nikola Zigic, Keiji Tamada, Bakary Kone, Oliver Neuville, Clint Dempsey, Alessandro Del Piero, Haminu Draman, Yasser al-Kahtani, Yahya Golmohammadi, Serhiy Rebrov, Raul, Didier Drogba, Juninho Pernambucano, Vincenzo Iaquinta, Ruud van Nistelrooiy, Harry Kewel, Niko Kovac, Philippe Senderos, Xabi Alonso, Lee Chun-soo, Jose Fonseca, Darijo Srna, Jaouhar Mnari, Mohamed Kader, Park Ji-sung, Radhi Jaidi, Shunsuke Nakamura, Sulley Muntari, Craig Moore, Peter Crouch, Deco, Fredrik Ljungberg, Henrik Larsson, Esteban Cambiasso, Ze Roberto, Cristiano Ronaldo, Andriy Rusol, Rafael Marquez, Roberto Ayala, Torsten Frings, Fabio Grosso, Philipp Lahm.
Read More

Korea Japan 2002

8 : Ronaldo. 5 : Miroslav Klose, Rivaldo. 4 : Jon Dahl Tomasson, Christian Vieri. 3 : Michael Ballack, Ilhan Mansiz, Pauleta, Fernando Morientes, Raul, Marc Wilmots, Henrik Larsson, Robbie Keane, Papa Bouba Diop. 2 : Henri Camara, Ronaldinho, Hasan Sas, Ronald Gomez, Umit Davala, Nelson Cuevas, Junichi Inamoto, Jared Borgetti, Michael Owen, Brian McBride, Fernando Hierro, Landon Donovan, Ahn Jung-hwan. 1 : David Beckham, Bernd Schneider, Junior, Lee Eul-yong, Siyabonga Nomvethe, Milenko Acimovic, Clint Mathis, Johan Walem, Quinton Fortune, Augustin Delgado, Mauricio Wright, Samuel Eto'o, Anders Svensson, Cuauhtemoc Blanco, Francisco Arce, Khalilou Fadiga, Matt Holland, John O'Brien, Edmilson, Hakan Sukur, Winston Parks, Diego Forlan, Richard Morales, Hiroaki Morishima, Hernan Crespo, Oliver Bierhoff, Alessandro Del Piero, Wesley Sonck, Rui Costa, Ivica Olic, Dmitry Sychev, Vladimir Beschastnykh, Peter van der Heyden, Beto, Carsten Jancker, Gabriel Batistuta, Gaizka Mendieta, Jorge Campos, Milan Rapajc, Patrick Mboma, Pawel Kryszalowicz, Benni McCarthy, Hwang Sun-hong, Dario Rodriguez, Raouf Bouazaiene, Lucas Radebe, Paulo Wanchope, Alvaro Recoba, Valeri Karpin, Emmanuel Olisadebe, Edison Mendez, Igor Titov, Julius Aghahowa, Teboho Mokoena, Takayuki Suzuki, Salif Diao, Roque Santa Cruz, Marco Bode, Niclas Alexandersson, Gerardo Torrado, Hidetoshi Nakata, Dennis Rommedahl, Oliver Neuville, Emile Heskey, Juan Carlos Valeron, Damien Duff, Gary Breen, Rio Ferdinand, Sol Campbell, Emre Belozoglu, Bulent Korkmaz, Roberto Carlos, Yoo Sang-chul, Seol Ki-hyeon, Thomas Linke, Park Ji-sung, Song Chong-gug.
Read More

France 1998

6 : Davor Suker. 5 : Gabriel Batistuta, Christian Vieri. 4 : Luis Hernandez, Marcelo Salas, Ronaldo. 3 : Thierry Henry, Jurgen Klinsmann, Oliver Bierhoff, Bebeto, Cesar Sampaio, Dennis Bergkamp, Rivaldo. 2 : Ricardo Pelaez Linares, Fernando Morientes, Kiko Narvaez, Shaun Bartlett, Roberto Baggio, Michael Owen ....
Read More

USA 1994

6 : Oleg Salenko, Hristo Stoichkov.
5 : Jurgen Klinsmann, Kennet Andersson, Roberto Baggio, Romario.
4 : Gabriel Batistuta, Florin Raducioiu, Martin Dahlin.
3 : Jose Luis Caminero, Dennis Bergkamp, Gheorghe Hagi, Bebeto, Tomas Brolin.
2 : Adolfo Valencia, Claudio Caniggia, Rudi Voller, Adrian Knup, Fuad Amin, Hong Myung-bo, Philippe Albert, Daniel Amokachi, Luis Garcia, Emmanuel Amunike, Juan Antonio Goikotxea, Ilie Dumitrescu, Wim Jonk, Dino Baggio, Iordan Letchkov, John Lozano, Aitor Beguiristain, Fahad al-Ghesheyan, Roger Milla, John Aldridge, Hassan Nader, Kjetil Rekdal, Gaston Taument, Seo Jung-won, Josep Guardiola, Karl-heinz Riedle, Herman Gaviria, Sami al-Jaber, Mohammed Chaouch, Diego Maradona, Dimitri Radchenko, David Embe, Henrik Larsson, Marc De Grijse, Daniel Borimirov, Alain Sutter, Samson Siasia, Bryan Roy, Eric Wynalda, Aron Winter, Erwin Sanchez, Francois Omam-Biyik, Georges Grun, Hwang Sung-hong, Julio Salinas, Branco, Alberto Garcia Aspe, Rai, Said al-Owairan, Marcelino Bernal, Fernando Hierro, Earnie Stewart, Abel Balbo, Hakan Mild, Ray Houghton, Georges Bregy, Luis Enrique, Stephane Chapuisat, Rashidi Yekini, Finidi George, Lothar Matthaus, Daniele Massaro, Dan Petrescu, Nasko Sirakov, Roger Ljung, Marcio Santos.
Read More

Italia 1990

6 : Salvatore Schillaci.
5 : Tomas Skuhravy.
4 : Roger Milla, Michel, Lothar Matthaus, Gary Lineker.
3 : David Platt, Rudi Voller, Andreas Brehmen, Jurgen Klinsmann.
2 : Darko Pancev, Bernardo Redin, Gavril Balint, Marius Lacatus, Muller, Careca, Roberto Baggio, Michal Bilek, Davor Jozic, Dragan Stojkovic, Claudio Caniggia.
1 : Milan Luhovy, Pablo Bengoechea, Eugene Ekeke, Hernan Medford, Aldo Serena, Glenn Stromberg, Daniel Fonseca, Johnny Ekstrom, Patrick Vervoort, Wim Kieft, Robert Prosinecki, Hwang Bo-kwan, Gerhard Rodax, Andrei Zygmantovich, Khalid Ismail, Tomas Brolin, Aleksandr Zavarov, Ali Thani Jumaa, Andreas ogris, Bruce Murray, Paul Caligiuri, Igor Dobrovolskyi, Oleg Protasov, Niall Quinn, Stuart McCall, Magdy Abedelghani, Mo Johnston, Uwe Bein, Julio Salinas, Alberto Gorriz, Leo Clijsters, Emmanuel Kunde, Marc De Grijse, Jan Ceulemans, Juan Cayasso, Lubos Kubik, Roger Flores, Ronald Gonzalez, Ruud Gullit, Ronald Koeman, Freddy Rincon, Pierre Littbarski, Carlos Valderrama, Michel De Wolf, Enzo Scifo, Safet Susic, Pedro Troglio, Kevin Sheedy, Ivan Hasek, Francois Omam-Biyik, Giuseppe Giannini, Mark Wright, Jorge Burruchaga.
Read More

Mexico 1986

[6] : Gary Lineker [5] : Diego Maradona, Careca, Emilio Butragueno. [4] : Jorge Valdano, Preben Elkjaer-Larsen, Alessandro Altobelli, Igor Belanov. [3] : Jan Ceulemans, Nico Claesen, Jesper Olsen, Rudi Voller. [2] : Jorge Burruchaga, Enzo Scifo, Josimar, Socrates, Jean-Pierre Papin, Michel Platini, Yannick Stopyra, Klaus Allofs, Fernando Quirarte, Abderrazak Khairi, Roberto Cabanas, Julio Cesar Romero, Ramon Maria Caldere. [1] : Djamel Zidane, Jose Luis Brown, Pedro Pasculli, Oscar Ruggeri, Stephane Demol, Erwin Vandenburgh, Franky Vercauteren, Daniel Veyt, Edinho, Plamen Getov, Nasko Sirakov, John Eriksen, Michael Laudrup, Soren Lerby, Peter Beardsley, Manuel Amoros, Luis Fernandez, Jean-Marc Ferreri, Bernard Genghini, Dominique Rocheteau, Jean Tigana, Andreas Brehme, Lothar Matthaus, Ahmed Radi, Luis Flores, Karl-heinz Rummenigge, Wlodimierz Smolarek, Hugo Sanchez.
Read More

Espana 1982

6 : Paolo Rossi.
5 : Karl-heinz Rummenigge.
4 : Zico, Zbigniew Boniek.
3 : Laszlo Kiss, Falcao, Gerry Armstrong, Alain Giresse.
2 : Antonin Panenka, Laszlo Fazekas, Gabor Poloskei, John Wark, Salah Assad, Tibor Nyilasi, Bryan Robson, Dominique Rochetau, Klaus Fischer, Daniel Bertoni, Bernard Genghini, Serginho, Trevor Francis, Diego Maradona, Didier Six, Billy Hamilton, Eder, Socrates, Walter Schachner, Daniel Passarella, Michel Platini, Pierre Littbarski, Marco Tardelli.
1 : Lazar Szentes, Eduardo Laing, Joe Jordan, Juan Letelier, Wlodzimierz Ciolek, Alessandro Altobelli, Kenny Dalglish, Uwe Reinders, Alain Couriol, Tedj Bensaoula, Guillermo La Rosa, Andrzej Szarmach, Lakhdar Belloumi, Jozsef Toth, Jozsef Varga, David Narey, Miguel Neira, Ramon Diaz, Rene Girard, Steve Archibald, Khoren Oganesian, Enrique Saura, Luis Ramirez, Gustavo Moscoso, Rabah Madjer, Abdulaziz al-Balushi, Faisal al-Dakhil, Graeme Souness, Gregoire Mbida, Hector Zelaya, Ivan Gudelj, John Robertson, Ruben Diaz, Steve Sumner, Steve Wooddin, Vladimir Petrovic, Lopez Ufarte, Juanito, Horst Hrubesch, Andrei Bal, Hans Krankl, Jesus Zamora, Alex Czerniatynski, Yuri Gavrilov, Janusz Kupcewicz, Reinhold Hintermaier, Ramaz Shengelia, Oscar, Aleksandr Chivadze, Bruno Pezzey, Erwin Vandenbergh, Junior, Ludo Coeck, Oleg Blokhin, Osvaldo Ardilles, Paul Mariner, Sergei Baltacha, Gerard Soler, Wlodimierz Smolarek, Francesco Graziani, Maxime Bossis, Antonio Cabrini, Andrzej Buncol, Bruno Conti, Grzegorz Lato, Stefan Majewski, Paul Breitner, Marius Tresor.
Read More

Argentina 1978

6 : Mario Kempes.
5 : Teofilo Cubillas, Rob Rensenbrink.
4 : Leopoldo Luque, Hans Krankl.
3 : Karl-heinz Rummenigge, Roberto Dinamite, Johnny Rep, Dirceu, Paolo Rossi.
2 : Archie Gemmill, Nelinho, Dieter Muller, Heinz Flohe, Ernie Brandts, Zbigniew Boniek, Daniel Bertoni, Grzegorz Lato, Arie Haan, Roberto Bettega.
1 : Andras Toth, Dani, Dick Nanninga, Marc Berdoll, Hassan Rowhsan, Bernard Lacombe, Dominique Rocheteau, Iraj Danayfar, Christian Lopez, Karoly Csapo, Walter Schachner, Michel Platini, Reinaldo, Zico, Thomas Sjoberg, Kenny Dalglish, Ali Kaabi, Bernd Holzenbein, Joe Jordan, Juan Manuel Asensi, Nejib Ghommidh, Ruediger Abramczik, Sandor Zombori, Victor Rangel, Arturo Vasquez, Renato Zaccarelli, Hansi Muller, Rene Houseman, Jose Velasquez, Adrzej Szarmach, Romeo Benetti, Cesar Cueto, Erich Obermayer, Kazimierz Deyna, Franco Causio, Rene van de Kerkhof, Willy van de Kerkhof, Alberto Tarantini, Daniel Passarella.
Read More

West Germany 1974

7 : Grzegorz Lato. 5 : Adrzej Szarmach, Johan Neeskens. 4 : Ralf Edstrom, Gerd Muller, Johnny Rep. 3 : Dusan Bajevic, Rene Houseman, Kazimierz Deyna, Johan Cruijff, Rivelino, Paul Breitner. 2 : Stanislav Karasi, Hector Yazalde, Emmanuel Sanon, Joe Jordan, Joachim Streich, Ivica Surjak, Roland Sandberg, Wolfgang Overath, Jairzinho. 1 : Theo De Jong, Gianni Rivera, Pietro Anastasi, Bernd Cullmann, Miguel Brindisi, Fabio Capello, Hristo Bonev, Peter Lorimer, Ricardo Pavoni, Romeo Benetti, Sergio Ahumada, Ilija Petkovic, Rainer Bonhof, Branko Oblak, Conny Torstensson, Dragan Dzajic, Carlos Babington, Vladislav Bogicevic, Rob Rensenbrink, Martin Hoffmann, Jurgen Grabowski, Valdomiro, Josip Katalinski, Jurgen Sparwasser, Ramon Heredia, Ruben Ayala, Uli Hoenness, Jerzy Gorgon, Ruud Kroll.
Read More

Meksiko 1970

10 : Gerd Muller.
7 : Jairzinho.
5 : Teofilo Cubillas
4 : Anatoly Bishovets, Pele.
3 : Rivelino, Luigi Riva, Uwe Seeler.
2 : Gianni Rivera, Raoul Lambert, Florea Dumitrache, Ladislav Petras, Wilfried van Moer, Javier Valdivia, Alberto Gallardo, Tostao, Roberto Boninsegna.
1 : Juan Ignacio Basaguren, Allan Clarke, Ove Grahn, Tom Turesson, Asparukh Nikodimov, Dinko Dermendzhiev, Dobromir Zhechev, Houmane Jarir, Todor Kolev, Hristo Bonev, Alexandru Neagu, Mahjoub Ghazouani, Jose Gonzalez, Kakhi Asatiani, Emerich Dembrovschi, Mordechai Spiegler, Geoff Hurst, Gerson, Vitali Khmelnitski, Roberto Challe, Martin Peters, Hector Chumpitaz, Javier Fragoso, Stan Libuda, Gustavo Pena, Victor Esparrago, Alan Mullery, Angelo Domenghini, Luis Cubilla, Franz Beckenbauer, Karl-heinz Schnellinger, Clodoaldo, Ildo Maniero, Carlos Alberto Torres, Juan Mujica, Tarcisio Burgnich, Wolfgang Overath.
Read More

Inggris 1966

9 : Eusebio.
6 : Helmut Haller.
4 : Valeriy Porkuyan, Geoff Hurst, Ferenc Bene, Franz Beckenbauer.
3 : Luis Artime, Eduard Malofeyev, Bobby Charlton, Roger Hunt, Jose Augusto, Jose Torres.
2 : Ruben Marcos, Igor Chislenko, Pak Seung-zin, Kalman Mezoy, Uwe Seeler.
1 : Jose Maria Fuste, Rildo, Tostao, Hector De Bourgoing, Amancio, Garrincha, Julio Cortes, Li Dong-woon, Paolo Barison, Pedro Rocha, Pele, Pirri, Rene Quentin, Yang Seung-kook, Georgi Asparukhov, Gerard Hausser, Manuel Sanchis, Sandro Mazzola, Erminio Onega, Janos Farkas, Park Doo-ik, Lothar Emmerich, Anatoli Banishevski, Martin Peters, Rene Simoes, Sigfried Held, Wolfgang Weber.
Read More